Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Thursday, January 30, 2014

Senjakala Para Jawara Hutan "Yang Langka Dan Hampir Punah"

Melani sudah tidak terlihat sangar. Layu. Lemah. Sudah tidak menakutkan seperti hari-hari sebelum. Tatapan mata sayu. Tak lagi tajam. Tubuh kuat itu sudah tak tampak. Yang terlihat hanya tulang menonjol dibalut kulit. Kurus kering. Berat badan Melani hanya 44 kilogram. Jauh dari berat ideal 75 kilogram.

Melani ini bukanlah manusia. Dia adalah Harimau betina dari Sumatera. Hewan kebanggaan Indonesia. Usianya 16 tahun. Hewan langka ini hanya ada di Sumatera. Jumlahnya pun tidak banyak. Kurang dari 400 ekor. Mereka menghuni kawasan cagar alam dan taman nasional. Jika pun ada di berbagai belahan dunia, mereka menghuni kebun binatang. Salah satunya, ya, Melani itu.

Melani tinggal di Kebun Binatang Surabaya. Yang belakangan ini lebih sohor dengan nama singkatannya, KBS. Belakangan ini KBS ramai jadi berita. Dari media lokal, nasional, hingga manca negara. Media massa di Inggris menyebut KBS sebagai kebun binatang maut. Beberapa hewan di situ mati, dan banyak pula yang sakit. 

Derita yang mendera Melani, misalnya, sudah berlangsung semenjak lima tahun lalu. Dia mengalami masalah pada pencernaan. Fungsi sejumlah organnya menurun drastis. Penyebab sakitnya diketahui tahun lalu. Diduga dia sering diberi makanan yang  menganggu pencernaan.

Makanan ini membuat metabolisme tubuhnya memburuk hingga merusak lambung, hati, dan syaraf lain. Pencernaan Melani jadi kacau. Makanan lunak sekalipun tak bisa dia cerna. Padahal, jika di alam bebas, dia adalah penguasa. Pemangsa buas yang biasa mencabik-cabik daging mangsa, bahkan manusia sekalipun. 

Lantaran kesehatan memburuk itu, Melani kini dipindahkan dari KBS ke Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor. Di situ dia menjalani perawatan intensif. Tapi kondisinya tak juga membaik dan tak berdaya.

Ada yang mengusulkan agar dia disuntik mati atau euthanasia. Demi mengakhiri penderitaan Melani yang sudah teramat perih. Tapi banyak juga yang menolak, dengan harapan kondisi Melani pulih kembali. Namun, keputusan menyuntik mati dan perawatan Melani ada di tangan pemerintah.

Harimau Sumatera

Melani memang harus segera diselamatkan. Jika tidak, dia akan menyusul Rozek dan Martina. Dua nama Harimau Sumatera penghuni KBS yang sudah lebih dulu melepas nafas. Mati. 

Rozek mati pada 4 April 2013. Mati dengan kesehatan yang menyedihkan. Rozek mati karena menderita radang paru-paru dan diare. Harimau jantan berusia 13 tahun ini, tidak mau makan. Tubuhnya kurus kering. Hingga menjemput ajal. Bangkai Rozek saat ditimbang hanya 100 kilogram. Padahal dalam kondisi gagah perkasa Harimau seusia Rozek bisa mencapai berat 140 kilogram.

Pendahulunya, Martina, penghuni KBS juga, mati pada 14 Agustus 2010. Martina berusia 20 tahun ketika itu. Harimau Sumatera betina itu tak tertolong saat dalam perawatan intensif di ruang karantina. Martina terindikasi sakit hepatitis.
 
Di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, seekor Harimau Sumatera bernama Peter, juga mati. Peter sebelumnya sempat mendapat perawatan, karena kondisinya kritis. Tapi tubuhnya tak kuat menahan efek bahan kimia, yang diduga masuk ke tubuhnya. Peter akhirnya mati di kandangnya pada 17 Agustus 2013. Mati pada usia sembilan tahun.

Koordinator Konservasi Satwa Langka World Wildlife Fund-Indonesia, Chairul Saleh menjelaskan jumlah Harimau Sumatera terus mengalami penurunan. Pada 1978, Harimau Sumatera di Indonesia berjumlah sekitar 1.000 ekor. Tercatat, sebanyak 66 ekor terbunuh dalam kurun waktu 1998-2000.


Selain karena perawatan yang kurang baik di kebun binatang, kata Chairul, berkurangnya populasi Harimau Sumatera juga karena maraknya konversi hutan alam menjadi kegiatan budidaya non kehutanan, seperti perkebunan sawit, tanaman industri, atau pertambangan.

“Konflik antara harimau dengan manusia ini memang menjadi ancaman sendiri. Karena banyak kasus satwa langka konflik dengan manusia, ujung-ujungnya mati juga,” kata Chairul.

Selain itu, perdagangan Harimau Sumatera menjadi ancaman serius. Maraknya perdagangan Harimau Sumatera tercermin dari survei yang dilakukan lembaga perlindungan dan pelestarian satwa liar, ProFauna, yang bekerjasama dengan International Fund Animal Welfare (IFAW) pada Juli-Oktober 2008.  

Survei yang dilakukan di 21 kota di Indonesia itu menunjukkan, 10 kota di antaranya, atau 48 persen memperdagangkan bagian tubuh harimau. Bagian tubuh yang diperdagangkan antara lain, kulit, kumis, cakar, taring, atau tubuhnya secara utuh. Harganya bervariasi. Kebanyakan bagian tubuh dijual di toko seni, toko obat tradisional, dan penjual batu mulia.

Orangutan

Seperti halnya juga Harimau Sumatera, ancaman bagi Orangutan di Indonesia adalah konversi hutan menjadi ladang perkebunan dan kegiatan industri lain. Habitatnya semakin sempit dan rusak. 

Tak ada pilihan, untuk mencari makan, banyak Orangutan turun ke perkebunan milik masyarakat. Di titik inilah, Orangutan dianggap sebagai hama oleh manusia. Mereka dibasmi. Padahal Orangutan digolongkan sebagai hewan yang sangat terancam punah (critically endangered). Karena itu, keberadaannya sangat dilindungi oleh Undang-undang.

Seperti yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat. Seekor Orangutan ditembak dan dijadikan makanan oleh warga, Selasa 5 November 2013. Peristiwa itu terjadi di Jalan Panca Bhakti, Kecamatan Pontianak Utara. Di sana, Orangutan dianggap sebagai hama. Mereka dibasmi karena dianggap perusak perkebunan warga.

Salah seorang warga di sana, IM, berusia 50 tahun, mengatakan Orangutan itu ditembak seorang pemburu yang sedang berburu di perkebunan kelapa sawit dekat permukiman warga. Awalnya, kata IM, pemburu itu ingin mencari Rusa. Tapi justru Orangutan yang tertembak. “Dari pada sengsara setelah ditembak, lebih baik dimakan saja. Kalau Orangutan ini hidup dipelihara,” kata Ignasius.

“Lalu kami kuliti daging Orangutannya. Dagingnya keras sekali, tapi enak. Rasanya panas sekali daging Orangutan ini, tapi enak. Saya dapat bagian kepala,” kisah IM. Dia kemudian mengisahkan bahwa di wilayahnya banyak sekali Orangutan. Tapi karena dianggap mengganggu warga, Orangutan itu dibunuh. 


Saat warga membuka lahan di Kabupaten Ketapang, kata dia, juga banyak Orangutan yang ditangkap dan akhirnya dijadikan lauk oleh warga sekitar. Daging Orangutan dijadikan menu masakan seperti rica-rica dan sop. “Jadi bukan kali ini saja,” katanya santai. Kisah penembakan dan makan Orangutan ini kemudian mendunia.

Disamping itu, populasi Orangutan kian terancam akibat aksi perburuan untuk dijual dan dijadikan binatang peliharaan. Namun, memelihara Orangutan bukanlah tindakan yang tepat. Sebab, Orangutan memiliki kesamaan DNA hingga 97 persen dengan manusia. Sehingga sangat mudah menularkan penyakit.

“Penyakit yang umumnya diidap antara lain, tuberculosis, hepatitis, dan HIV,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Siti Chadidjah Kaniawati.

Koordinator Konservasi Satwa Langka WWF-Indonesia, Chairul Saleh, mengatakan saat ini populasi Orangutan liar di hutan Pulau Kalimantan sebanyak 59.000 ekor. Sedangkan di Sumatera, hanya sisa 5.000 ekor.  Padahal, sekitar tahun 1990-an, Orangutan di Sumatera diperkirakan masih sebanyak 200.000 ekor. Sedangkan di Aceh, dari 6.000 ekor, kini hanya ada sekitar 2.000 ekor.

Badak

Badak Jawa atau Badak Sunda (Rhinoceros Sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicherorinus Sumatrensis) juga sebagai hewan paling dilindungi. Statusnya kritis, terancam punah. Masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Menurut Chairul Saleh, populasi Badak Jawa hanya 50 ekor. Dengan jumlah yang sangat sedikit itu, dan hanya berada dalam satu tempat, Badak Jawa sangat terancam punah. “Badak Jawa secara populasi stagnan. Dalam jangka panjang, tidak mungkin lagi bertambah, karena habitatnya hanya tinggal di Taman Nasional Ujung Kulon. Jadi status Badak Jawa di dunia hanya tinggal di Ujung Kulon,” kata Chairul.


Badak Sumatera tak kalah memprihatinkan. Jumlahnya saat ini hanya sekitar 250 ekor. Berbeda dengan Badak Jawa, populasi Badak Sumatera tersebar di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh, Bukit Barisan Selatan Lampung, dan Waykambas Lampung. 

Tapi dengan jumlah segitu, jika tidak ditangani serius, Badak Sumatera diramalkan bakal punah. Sebagai perbandingan, pada awal Strategi Konservasi Badak Indonesia tahun 1994, di Sumatera terdapat 17 lokasi keberadaan Badak Sumatera.

Maraknya perburuan badak sebagai salah satu penyebab berkurangnya populasi hewan ini. Cula badak adalah daya tarik ekonomi bagi para pemburu untuk dijual ke pasar. Dijadikan obat tradisional. Bahkan hanya sekedar pajangan di rumah. Menyedihkan.

Selain itu, habitat mereka juga semakin sempit akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perkebunan kopi, dan tanaman pertanian lainnya. Tak jarang, saat badak lapar, mereka akan turun ke ladang milik warga. Akibatnya, badak dibantai karena dianggap sebagai hama.

Gajah

Binatang khas Indonesia lainnya yang hampir punah adalah Gajah Kalimantan (Elephas maximus bomeensis). IUCN mengelompokkan Gajah Kalimantan dalam kategori genting kritis. 

Berdasarkan penelitian yang dilakukan WWF-Indonesia dan BKSDA Kalimantan Timur pada 2007-2012, populasi gajah ini diperkirakan hanya sekitar 20-80 ekor saja.

Gajah Kalimantan dinilai sebagai satwa paling langka untuk spesies gajah. Sebab, gajah ini memiliki perbedaan dengan gajah lain yang ada di dunia. Keunikannya, ukuran tubuh Gajah Kalimantan sangat kecil dibandingkan gajah lainnya di dunia. Telinganya lebar, gading dan belalainya lebih panjang dibanding gajah lain. Selain itu ekornya panjang, nyaris menyentuh tanah.

Populasinya terus berkurang akibat konflik dengan manusia. Penebangan hutan, alih fungsi hutan, menjadi pemicu. Habitatnya menyempit. Sumber makanannya sudah pasti berkurang. Kemudian gajah mencari makan di perkebunan warga. Mereka pun dibunuh karena dianggap sebagai hama. Perburuan juga menjadi ancaman nyata bagi Gajah Kalimantan. Gadingnya bernilai ekonomi bagi para pemburu.


Senasib. Populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) juga kian menyusut. Berdasarkan data WWF-Indonesia, dalam kurun 25 tahun terakhir, Gajah Sumatera telah kehilangan sekitar 70 persen habitatnya. Itu terjadi karena alih fungsi hutan menjadi perkebunan, dan aksi perburuan. Ratusan Gajah Sumatera dibunuh dengan cara diracun, karena dianggap hama oleh warga pemilik perkebunan.

Pada tahun 2007, populasi Gajah Sumatera sebanyak 2.400-2.800 ekor. Populasinya menyusut hingga lebih dari separuh. Diperkirakan, populasinya bakal kian menyusut drastis akibat pembunuhan.

Selain hewan tersebut di atas, masih ada beberapa hewan lain khas Indonesia yang terancam punah. Sebut saja, Bekantan (monyet berhidung panjang); Elang Jawa; dan Burung Enggang. Masalahnya sama. Habitat mereka yang semakin tergerus, dan aksi perburuan.

Selamatkan atau punah

Siklus rantai kehidupan alam berpengaruh pada kondisi alam itu sendiri. Ketika rantai itu diputus, otomatis keseimbangan akan terganggu. Semua makhluk, tidak hanya manusia, tapi juga hewan, punya peran penting. Tidak ada yang tidak memainkan peran dalam kehidupan. Mereka adalah penyeimbang bagi ekosistem.

Melihat populasi satwa langka yang terus memprihatinkan, semua harus bertindak. Pemerintah, masyarakat dan lembaga pemerhati hewan dan lingkungan, wajib mempertahankan keberadaan hewan langka. Tidak terkecuali. Industri juga tidak boleh egois. Harus melihat, mempertimbangkan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
 
“Merelokasi mereka bukan suatu jawaban. Melainkan habitat mereka yang penting untuk dijaga, diperbaiki. Untuk menjaga satwa-satwa langka dengan memperbaiki habitat sangat jarang dilakukan,” tutur Deddy Ratih, Manajer Advokasi Kampanye Bioregion Eksekutif Nasional Walhi.

Deddy sangat yakin, jika tidak ada upaya dan keseriusan dari semua pihak, satwa-satwa langka itu akan punah. Hanya tinggal nama. “Buktinya banyak. Kijang Mas di Kalimantan Selatan itu sudah tidak ada, Harimau Jawa, juga sudah punah. Kalau kita list banyak sekali hewan-hewan langka di Indonesia yang sudah punah,” katanya.

Yuyun Indradi, Project Leader Protect Paradise Greenpeace Asia Tenggara, menyatakan harus ada keseriusan dari pemerintah untuk mempertahankan satwa yang terancam punah. Harus ada langkah tepat dalam konservasi. Saat ini ada dua hal konservasi terhadap hewan langka yakni, in situ dan ex situ.

In situ adalah usaha pelestarian alam yang dilakukan di dalam habitat aslinya. Sementara, ex situ adalah usaha pelestarian yang dilakukan di luar habitat aslinya. Seperti di kebun binatang, tempat penangkaran dan lainnya.

“Kelihatannya pemerintah hanya mengandalkan ex situ. Sementara yang in situ semakin terdesak dengan perambahan, ekspansi perkebunan sawit, ekspansi hutan tanaman industri, pembalakan, pertambangan. Pada akhirnya mengurangi jumlah satwa,” kata Yuyun. 

Sementara, konservasi ex situ yang berada di kebun binatang dan taman safari, kata Yuyun, masih kurang mendapat perhatian serius. Banyak masalah yang dihadapi. Salah satunya, persediaan anggaran perawatan. Bagaimana bisa merawat semua binatang yang ada kebun binatang dengan anggaran yang kecil.

“Akhirnya, seperti yang sering kita lihat belakangan ini, banyak hewan yang tidak terurus, dan mati. Itu menunjukkan bahwa tidak ada keseimbangan political will untuk melindungi satwa-satwa yang terancam punah,” tegasnya.

Sunday, September 15, 2013

Hanya di Indonesia, 5 hal ini bisa jadi tren


Indonesia bisa dibilang merupakan satu contoh nyata di mana tren 'aneh' menyebar lewat teknologi. Bisa dianggap aneh karena mungkin tren seperti ini tak akan bisa sampai laris jika tersebar di luar nusantara.
Kebanyakan, tren 'aneh' yang menyebar melalui internet, ada pula yang menyebar melalui smartphone. Ada yang sebenarnya berasal dari luar, namun tak sedikit yang murni hasil dari negeri sendiri.
Dalam beberapa hari terakhir, mungkin Anda dikejutkan dengan tren bahasa Tervicky yang jadi viral akibat munculnya berbagai video dengan tata bahasa 'intelek' yang digunakan oleh Vicky Prasetyo. Namun, sebelum Tervicky, sebenarnya banyak juga tren yang sudah berkembang di dalam negeri berkat bantuan internet dan smartphone.

1. 4L4y


Tren bahasa satu ini mungkin beredar di kalangan ABG (Anak Baru Gede) pada beberapa tahun belakangan ini. Penyebarannya pernah sangat pesat akibat menjamurnya penggunaan smartphone BlackBerry di kalangan anak muda.
Tak hanya lewat BBM saja, tren ini juga menyebar lewat pesan singkat seperti SMS hingga email bahkan tulisan tangan sekalipun. Sebenarnya, tren seperti ini juga berkembang di luar negeri, namun namanya L33t.

Hanya di Indonesia, 5 hal ini bisa jadi tren

Alay sendiri adalah gaya bahasa di mana penggunaan beberapa huruf digantikan dengan karakter unik seperti angka atau tanda baca lainnya. Bagi yang sudah terbiasa dengan hal ini mungkin tak merasa kesulitan, namun, bagi yang tak terbiasa dengan 'bahasa alien' macam ini, tentu akan susah.

2. Ciyus? Miapah?


Kalau tren satu ini umurnya masih lebih pendek dibanding dengan tren gaya bahasa Alay. Namun, efek yang dihasilkan tetap sama.
Dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, ciyus sendiri berarti serius, sedangkan miapah berarti demi apa. Bahasa seperti ini sejatinya digunakan untuk menunjukkan bahwa penggunanya masih kekanak-kanakan dan imut-imut (anak balita lebih mudah mengucapkan ciyus daripada serius).


Penyebarannya juga terjadi dalam beberapa media teknologi seperti BBM, SMS, email, jejaring sosial, dan sebagainya. Penggunanya pun setipe dengan yang sebelumnya, yaitu remaja.

3. Demi Tuhaan!


Anda yang mengikuti perkembangan perseteruan Eyang Subur dan mantan pengikutnya mungkin paham dengan frase satu ini. Hal ini diucapkan oleh Arya Wiguna saat menyatakan kemarahannya kepada Subur di depan media massa.
Bentuk penumpahan amarah yang dilakukan Arya ini ternyata terekam bidikan kamera dan secara cepat menyebar lewat YouTube. Akibatnya, banyak orang ikut-ikutan menirukan kemarahan Arya Wiguna dalam beberapa video parodi.

Hanya di Indonesia, 5 hal ini bisa jadi tren

Memang belum ditemukan bentuk penggunaan frase ini dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari. Namun, melihat penyebarannya lewat jejaring sosial, bisa diketahui bahwa hal ini memang sempat menjadi tren.

4. Goyang Cesar


Yang satu ini memang bukanlah gaya bahasa, namun, terbukti sempat viral di Indonesia. Sebab selama bulan Ramadan lalu, Cesar dan goyangan khasnya hadir dalam sebuah acara menjelang Sahur.
Ternyata, goyangan ini mendapatkan animo yang baik dari masyarakat. Bahkan, video goyangan ini pun dicari-cari baik melalui Google ataupun YouTube.

Hanya di Indonesia, 5 hal ini bisa jadi tren

Dari awal diunggah sampai sekarang, sudah banyak pemirsa TV di Indonesia yang penasaran dan ingin mencoba mengikuti tarian ini.
Maka, jika lagu dangdut berjudul Rok Mini atau Buka Sitik Jos diputar dimana-mana, goyangan yang dilakukan pendengarnya pun akan sama, yaitu menggunakan goyang Cesar.

5. Tervicky


Kalau gaya bahasa yang satu ini mungkin Anda tak asing lagi. Ya, gaya bahasa ini terkenal baru-baru saja lantaran dikeluarkan dari mulut mantan tunangan Zaskia Gotik, Vicky Prasetyo alias Hendriyanto.
Dalam rekaman wawancara yang terunggah di YouTube, Vicky (mungkin) ingin terlihat keren dan sangat intelek dengan menggunakan bahasa-bahasa 'pintar' lain yang justru menjadi blunder bagi dirinya sendiri. Seperti contohnya dia sempat mengucapkan kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, kudeta keinginan, statusisasi kemakmuran dan lain-lain yang justru terdengar aneh dan tidak bermakna sama sekali.

Hanya di Indonesia, 5 hal ini bisa jadi tren

Akibat hal ini, banyak orang kemudian menggunakan gaya bahasa tersebut. Memang, sampai saat ini belum ada bukti penggunaan gaya bahasa seperti ini dalam kehidupan sehari-hari, namun tren ini cukup banyak diaplikasikan dalam status dan tweet pengguna jejaring sosial.


Friday, September 13, 2013

8 Tips Berwisata ke Gunung

Salah satu kegiatan asyik yang dilakukan saat liburan adalah naik gunung. Selain memacu adrenalin, keindahan di puncak gunung dan bentangan panorama di sekitarnya jadi daya tarik tiada dua. Sebelum itu, perhatikan dulu 8 tips berikut ini.

Bersyukurlah, Indonesia memiliki banyak gunung-gunung yang kecantikannya sudah tersohor. Oleh sebab itu, tak sedikit traveler yang menghabiskan waktuliburan untuk naik gunung.

Bagi Anda yang baru mau memulai petualangan mendaki gunung, baca dulu 8 tips berikut ini.


1. Pelajari lokasi gunung yang akan didaki

Satu persiapan penting sebelum mendaki gunung adalah mempelajari medan dan lokasi gunung tujuan Anda. Sebab, tiap-tiap gunung punya jalur pendakian yang berbeda-beda.

Di Gunung Kerinci misalnya, mayoritas medan pendakian di sana adalah pasir dan lumpur. Di Gunung Rinjani, Anda harus jalan menanjak dengan medan perjalanan yang hampir 45 derajat.

Anda bisa mempelajari lokasi pendakian dari berbagai sumber di internet, situs seperti detikTravel atau bertanya dengan pendaki yang sudah mencobanya. Dengan mengetahui medan perjalanan, Anda dapat mempersiapkan logistik dan stamina dengan tepat.

2. Berolahraga sebelum naik gunung

Jangan anggap enteng perjalanan mendaki gunung. Dibutuhkan stamina yang fit dan kondisi badan yang baik bagi traveler untuk bisa mencapai puncaknya.

Ada baiknya Anda berolahraga beberapa minggu sebelum hari pendakian, seperti jogging. Jalur pendakian yang menanjak, udara yang dingin, dan oksigen yang menipis akan jadi halangan terberat. Lakukanlah olahraga dengan rutin dan teratur, jangan lupa juga untuk menyeimbangkan waktu istirahat Anda.

3. Sediakan peralatan dengan cermat dan tepat

Peralatan yang umum dibawa para pendaki adalah tas carrier, sepatu hiking, jaket, pisau lipat, jas hujan, alat masak portabel, senter, peluit, kompas, dan perlengkapan obat P3K. Kalau Anda berkemping di gunung, jangan lupa untuk membawa matras, tenda, dan sleeping bag.

Tas carrier harus disesuaikan dengan durasi perjalanan. Jika perjalanan panjang, Anda bisa membawa tas carrier dengan ukuran 80 liter. Untuk alat masak portabel terdapat dua jenis, yaitu nesting ataupun trangia. Bedanya, nesting menggunakan kompor dengan gas mini hi-cook dan kalau trangia menggunakan spirtus. Tinggal pilih sesuai kebutuhan Anda!

Soal sleeping bag, ada baiknya Anda memakai yang jenis mummy daripada tipe selimut. Sleeping bag jenis mummy ini adalah mengikuti alur tubuh, mengecil di bagian kaki dan memiliki resleting di pinggir. Hal ini membuat Anda lebih hangat saat kemping di gunung.

4. Mendaftar terlebih dulu

Biasanya, beberapa gunung memiliki tempat perizinan yang mengharuskan para pendaki mengisi data diri dan lama perjanan. Jangan acuhkan tempat tersebut, karena para petugas di sanalah yang nantinya akan membantu Anda.

Beberapa gunung yang populer dan mengharuskan prndakinya untuk membuat izin mendaki adalah, Gunung Kerinci, Gunung Gede-Pangrango, Gunung Argopuro, dan Gunung Semeru.

Jika Anda tidak turun gunung pada hari yang sudah ditulis, para petugas setempat akan sigap mencari Anda. Mereka akan menyisiri gunung untuk menemukan Anda. Merekalah orang pertama di garis depan untuk menolong Anda.





5. Ketahui perbekalan dan logistik

Perbekalan makanan memegang peran penting dalam pendakian gunung. Siapkan perbekalan makanan secukupnya, sehingga Anda tidak akan kekurangan makanan atau sia-sia membuang makanan yang tidak termakan.

Bawalah makanan seperti beras, mie instan, atau kornet yang bisa menjadi menu makan Anda. Selain itu, siapkan juga biskuit, cokelat dan roti yang bakal mengisi tenaga sembari Anda berjalan mendaki.

6. Jaga handphone dengan baik

Sebelum naik gunung, ada baiknya Anda mematikan handphone dan menaruhnya di dalam plastik untuk melindungi dari rembesan air. Selain itu, masukanlah handphone Anda ke dalam syal yang digulung atau ke dalam jaket yang tebal. Hal tersebut berfungsi untuk menjaga handphone tetap hangat dan tidak boros baterai. Ya, udara dingin di gunung dapat membuat baterai handphone cepat terkuras.

Sebelum naik gunung, kabari orang tua atau kerabat terdekat. Ini bertujuan agar mereka dapat membantu tim SAR atau pihak keamanan setempat, jika Anda hilang atau tersesat dalam pendakian.

7. Berdoa dan bertindaklah dengan sopan

Biasakan, untuk berdoa terlebih dulu sebelum memulai pendakian gunung. Mintalah bantuan dan pertolongan kepada Tuhan agar menjaga Anda selama perjalanan.

Saat mendaki, ingatkan diri sendiri dan sesama teman untuk tetap bertindak sopan. Usahakanlah satu tim Anda untuk tidak terlalu bertingkah berlebihan atau berbicara yang kasar.

8. Ingat tiga prinsip pendaki gunung

Pendaki gunung di dunia ini punya 3 prinsip yang harus dipegang teguh. Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time.

Tidak mengambil sesuatu kecuali foto, tidak meninggalkan sesuatu kecuali jejak kaki, tidak membunuh sesuatu kecuali waktu. Ini adalah prinsip agar pendaki gunung selalu menjaga keharmonisan dan kelestarian alam.

Thursday, August 29, 2013

8 Proyek Besar Bangsa Indonesia Yang Membanggakan


1. Center Point Of Indonesia



Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali.


Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat Waterfront dan Marinas.

Center Point Of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.

Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar.

Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030. 

2. Biak Space Port


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan "space port" atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa. Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain.



Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.
  

3. Menara Jakarta


Jakarta akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang dinamakan "menara Jakarta". Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali. Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5 triliun ini ditargetkan rampung 2013 tahun ini.


Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center. Menara Jakarta juga akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta.

Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon kebanggaan bangsa Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi di dunia.

4. Jembatan Selat sunda



Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter. Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10 tahun
 



Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah dibuka tahun 2022. Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya. Jembatan selebar 60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat. Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.

5. Reaktor Nuklir Muria


Indonesia merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir. Pembangunan PLTN Muria akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30 triliun


Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika sudah dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat ini sedang dialami negara kita.


PLTN Muria yang rencananya memiliki enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya 3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan damai.
 
 

6. Coastarina


Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE.


Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air. Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total investasi diperkirakan menjadi 60 - 80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M / Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.

7. Terusan Sulawesi



Pada Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan "Terusan Khatulistiwa" yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia
 
 

8. Sundial Pontianak(Jam Matahari)


Indonesia akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak. Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan seluas 44,1 meter.


Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi 71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial tertinggi di dunia. Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention di kawasan tugu tersebut.
 

Subscribe to our Newsletter

Contact Admin

Email us: adutmaulana123@gmail.com

Our Team Memebers